Nama dan pemberian nama
15 bab
- 1Memberi nama bayi6
- 2Memberi nama bayi yang gugur1
- 3Dianjurkan memilih nama yang baik1
- 4Nama-nama yang paling dicintai Allah3
- 5Ucapan selamat dan cara membalasnya1
- 6Larangan memberi nama dengan nama yang dibenci3
- 7Memanggil anak atau murid dengan nama buruk untuk mendidiknya2
- 8Memanggil orang yang tidak diketahui namanya2
- 9Larangan memanggil ayah, guru, atau syekh dengan namanya9
- 10Boleh memendekkan nama selama pemiliknya tidak tersinggung2
- 11Julukan yang disukai pemiliknya boleh dan dianjurkan4
- 12Kunyah seorang laki-laki dengan nama anak sulungnya1
- 13Kunyah bagi yang belum punya anak dan kunyah anak kecil3
- 14Larangan memakai kunyah Abu al-Qasim1
- 15Bolehnya memberi kunyah kepada kafir, pelaku bid'ah, atau fasik3
Artikel terkait
Memberi Nama Bayi dan Nama Paling Dicintai Allah: al-Adzkar an-Nawawi
Kitab nama-nama dari kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi membahas hukum-hukum penamaan bayi dan adabnya: kapan ia dinamai, nama yang paling dicintai Allah, dianjurkannya memperbagus nama dan mengganti yang buruk, nama-nama yang dilarang, ucapan selamat kepada orang tua, dan adab memanggil dengan nama. Halaman ini memuat 42 materi beserta sumbernya.
Kapan Bayi Dinamai?
An-Nawawi menyebutkan kedua hal sekaligus:
- Penamaan pada hari ketujuh: berdasarkan hadits Samurah bin Jundub radhiyallahu 'anhu pada para penulis kitab sunan dengan sanad-sanad shahih: «Setiap anak laki-laki tergadai dengan aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuh, dicukur, dan diberi nama».
- Penamaan pada hari kelahiran: berdasarkan yang ada dalam Shahih Muslim dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: «Tadi malam telah lahir untukku seorang anak laki-laki maka aku menamainya dengan nama ayahku Ibrahim», dan hadits Abu Musa tentang penamaan putranya Ibrahim.
Maka perkaranya lapang, boleh dinamai pada hari pertama atau hari ketujuh.
An-Nawawi juga membuat bab tentang penamaan as-siqth, yaitu janin yang gugur sebelum sempurna, dan menganjurkan menamainya.
Nama yang Paling Dicintai Allah
Dalam Shahih Muslim dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda: «Sesungguhnya nama-nama kalian yang paling dicintai Allah adalah 'Abdullah dan 'Abdurrahman». Termasuk yang menyusul keduanya dalam kebaikan setiap nama yang mengandung penghambaan kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang husna, dan nama-nama para nabi serta orang-orang saleh.
Dianjurkannya Memperbagus Nama
Nabi ﷺ mengganti nama yang buruk dengan yang baik. Dalam Shahih Muslim dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa beliau mengganti nama «'Ashiyah» dan bersabda: «Engkau Jamilah». Nama menyertai pemiliknya sepanjang umurnya, dan memiliki pengaruh pada dirinya dan pandangan orang kepadanya.
Nama-Nama yang Dilarang
- Dalam Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa nama yang paling rendah di sisi Allah adalah seseorang yang dinamai «Malikul Amlak».
- Para ulama menyebutkan larangan memberi nama penghambaan kepada selain Allah, dan nama-nama yang mengandung penyucian diri yang berlebihan atau makna yang buruk.
Ucapan Selamat kepada Orang Tua atas Kelahiran
An-Nawawi menganjurkan mengucapkan selamat kepada orang yang dikaruniai anak, dan menukil dari al-Hasan al-Bashri rahimahullah bahwa beliau mengajarkan kepada seseorang untuk mengucapkan: «Barakallahu laka fil mauhubi laka, wa syakartal wahiba, wa balagha asyuddah, wa ruziqta birrah», dan yang diberi ucapan selamat menjawab semisal: «Barakallahu laka wa baraka 'alaik, wa jazakallahu khairan». Ini atsar dari al-Hasan, bukan hadits marfu', dan pada sebagian sanadnya ada kelemahan, tetapi perkara lafaz doa itu lapang.
Adab Memanggil dengan Nama
- An-Nawawi membuat bab tentang memanggil orang yang tidak diketahui namanya dengan lafaz yang lembut dan tidak menyakiti.
- Dan beliau melarang anak dan murid memanggil ayah atau gurunya dengan nama telanjang, sebagai penghormatan kepada mereka.
- Dan beliau menjelaskan bolehnya pendidik menyebut orang yang berada di bawah asuhannya dengan sifat yang mencegahnya dari keburukan jika bermaksud mendidik, bukan menghina.
Nasihat Praktis bagi Orang Tua
- Pilihlah nama yang bagus maknanya dan mudah diucapkan dalam bahasa anak-anakmu.
- Hindari nama yang bermakna tercela atau menunjukkan penyucian diri yang berlebihan.
- Jadikan hari ketujuh sebagai hari aqiqah, penamaan, dan doa untuk bayi.
Penutup
Kitab nama-nama pada an-Nawawi mengingatkan kita bahwa nama adalah hadiah pertama yang diberikan orang tua kepada anaknya. Pilihlah dengan baik, dan doakan anak-anakmu dengan keberkahan dan kesalehan.
Terjemahan mesin
Tersedia juga dalam: العربية · English · اردو · বাংলা · Türkçe · فارسی · Français · Español · Bahasa Melayu · Русский