أذكار إسلاميةislamicdhikr.com
Semua kategori

BACAAN DALAM MAJELIS

1 item

((عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه قَاَلَ: كَانَ يُعَدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي الْمَجْلِسِ الوَاحِدِ مِائَةُ مَرَّةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَقُومَ: ((رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الغَفُورُ)).

Bahasa Indonesia

“Wahai Tuhanku! Ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat lagi Maha Pengampun.” (1) -------------- 1) HR. At-Tirmidzi dan Imam hadis lain, lihat pula di Shahih At-Tirmidzi: 3/153, Shahih Ibnu Majah: 2/321, dan lafazh hadis tersebut menurut riwayat At-Tirmidzi.

sekaliSumber: رواه الترمذي (3434)Derajat: صحيح
Ketuk untuk menghitung
Bahasa lain (8)

English

(Ibn AAumar said: It would be counted that the Messenger of Allah would say one hundred times at any one sitting before getting up: (O my Lord, forgive me and turn towards me (to accept my repentance). Verily You are The Oft-Returning. The Oft-Forgiving.))

اردو

ابنِ عمر رضی اللہ عنہ سے روایت ہے، انہوں نے کہا: رسول اللہ ﷺ کے لیے ایک ہی مجلس میں اٹھنے سے پہلے سو مرتبہ گنا جاتا تھا: «اے میرے رب! مجھے بخش دے اور مجھ پر توبہ قبول فرما، بے شک تو ہی بہت توبہ قبول کرنے والا، بہت بخشنے والا ہے۔»

مشینی ترجمہ

বাংলা

১৯৫- হে আমার রব্ব! আপনি আমাকে মাফ করুন এবং তাওবাহ কবুল করুন; নিশ্চয় আপনিই তওবা কবুলকারী ক্ষমাশীল।(১) .............................. (১) তিরমিযী, হাদীস নং ৩৪৩৪; ইবন মাজাহ, হাদীস নং ৩৮১৪। আরও দেখুন, সহীহুত তিরমিযী, ৩/১৫৩; সহীহু ইবনি মাজাহ, ২/৩২১। আর শব্দটি তিরমিযীর।

Türkçe

İbn Ömer'den (radıyallahu anh) rivayet edildiğine göre şöyle demiştir: Allah Resulü (sallallahu aleyhi ve sellem) için bir mecliste, kalkmadan önce yüz kez sayılırdı: "Rabbim! Beni bağışla ve tövbemi kabul et. Şüphesiz Sen tövbeleri çokça kabul eden, çokça bağışlayansın."

Makine çevirisi

فارسی

ابن عمر( رضی الله عنهما) گفته: رسول الله صلی الله علیه وسلم قبل از اینکه از مجلس برخیزد، آنطور که مردم می‌شمردند، صد بار این دعا را می‌خواند: «رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ». «الهى! مرا بیامرز و توبه‌ام را بپذیر؛ زیرا که تو بسیار توبه‌پذیر و بخشاینده‌اى»

Français

D'après Ibn Omar (qu'Allah l'agrée), il a dit : On comptait pour le Messager d'Allah ﷺ, en une seule assise, avant qu'il ne se lève, cent fois : « Seigneur, pardonne-moi et accepte mon repentir. Tu es certes Celui qui accepte le repentir, le Pardonneur. »

Traduction automatique

Bahasa Melayu

Daripada Ibn Umar radhiallahu 'anhu, beliau berkata: Dalam satu majlis, sebelum baginda bangun, dikira bagi Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam seratus kali: "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Pengampun."

Terjemahan mesin

Русский

От Ибн Умара (да будет доволен им Аллах) передано, что он сказал: За Посланником Аллаха (мир ему и благословение Аллаха) в одном собрании, прежде чем он вставал, отсчитывалось сто раз: «Господи, прости меня и прими моё покаяние, поистине, Ты — Принимающий покаяние, Прощающий».

Машинный перевод

Artikel terkait

Apa yang Diucapkan di Majelis: Istighfar Nabi ﷺ Seratus Kali

Banyak muslim mencari apa yang diucapkan di majelis agar duduk-duduk mereka bersama keluarga dan sahabat tidak berlalu tanpa dzikir kepada Allah. Penulis «Hishnul Muslim» mencantumkan dalam bab ini hadits 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma, yang menggambarkan keadaan Nabi ﷺ di majelis-majelis beliau dan banyaknya istighfar beliau di dalamnya.

Hadits Ibnu 'Umar tentang Istighfar di Majelis

Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa dihitung bagi Rasulullah ﷺ dalam satu majelis seratus kali sebelum beliau berdiri ucapan beliau: «Rabbighfir li wa tub 'alayya, innaka antat tawwabur rahim» (Ya Rabbku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang), dan dalam riwayat at-Tirmidzi: «at-tawwabul ghafur». Hadits ini shahih, dishahihkan at-Tirmidzi dan al-Albani.

Nabi ﷺ ini telah Allah ampuni dosa beliau yang telah lalu dan yang akan datang, namun beliau memperbanyak istighfar di majelisnya, sebagai pengajaran bagi umatnya dan penghambaan kepada Rabbnya.

Keutamaan Dzikir kepada Allah di Majelis

Allah Ta'ala berfirman: ﴿وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾ (artinya: "Dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung") [Al-Jumu'ah: 10].

At-Tirmidzi meriwayatkan dan menshahihkan bahwa suatu kaum apabila duduk di suatu majelis lalu tidak menyebut Allah di dalamnya dan tidak bershalawat kepada Nabi mereka, maka majelis itu menjadi penyesalan dan kekurangan atas mereka pada hari kiamat. Dan dalam Shahih Muslim bahwa para malaikat mengelilingi majelis-majelis yang di dalamnya Allah disebut, rahmat meliputinya, dan ketenangan turun atasnya.

Bagaimana Menerapkan Dzikir Ini Secara Praktis?

  • Biarkan istighfar berjalan di lisanmu dengan tenang selama majelis, meskipun tanpa disadari yang hadir.
  • Tidak disyaratkan mencapai seratus kali pada setiap majelis, karena bilangan dalam hadits adalah gambaran keadaan Nabi ﷺ, dan memperbanyaknya adalah baik.
  • Usahakan majelis memuat dzikir kepada Allah dan shalawat kepada Nabi ﷺ.
  • Tutuplah majelis dengan doa kaffaratul majlis, yaitu bab berikutnya dalam Hishnul Muslim.

Apa Kata Para Ulama

Para pensyarah hadits menyebutkan bahwa dihitungnya istighfar beliau ﷺ oleh para sahabat adalah dalil bahwa beliau mengucapkannya dengan suara yang terdengar, dan bahwa istighfar di majelis menutupi apa yang terjadi di dalamnya berupa perkataan sia-sia dan kekurangan. Ibnul Qayyim dalam «al-Wabil ash-Shayyib» mengingatkan bahwa majelis-majelis dzikir adalah taman-taman surga di dunia, dan bahwa majelis-majelis kelalaian mewariskan kekerasan hati.

Penutup

Apabila engkau mempelajari apa yang diucapkan di majelis maka setiap pertemuan menjadi kesempatan memperoleh pahala. Mulailah dengan bilangan istighfar yang sedikit di setiap duduk, gunakan penghitung di aplikasi, dan engkau akan mendapati lisanmu terbiasa berdzikir dari hari ke hari.

Terjemahan mesin

Keutamaan dzikir

Bahasa Indonesia

Sesungguhnya di antara amal saleh yang paling utama lagi mudah, yang mendekatkan seorang muslim kepada Tuhannya Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia, adalah zikir. Ayat-ayat dan hadits tentang keutamaan zikir dan doa serta anjuran untuk melakukannya Banyak ayat dan hadits sahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyebutkan keutamaan zikir dan doa serta anjuran untuk melakukannya; kami sebutkan sebagian yang mudah. Allah Yang Mahatinggi berfirman: "Dan sungguh, mengingat Allah itu lebih besar." Dan Yang Mahatinggi berfirman: "Dan bertasbihlah kepada-Nya pagi dan petang." Dan Yang Mahatinggi berfirman: "Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." Dan Yang Mahatinggi berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya." Dan Yang Mahatinggi berfirman: "Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." Dan Yang Mahatinggi berfirman: "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah pada waktu petang dan pagi." Dan Yang Mahatinggi berfirman: "(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan dalam keadaan berbaring." Dan Yang Mahatinggi berfirman: "Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut nenek moyangmu, bahkan berzikirlah lebih banyak dari itu." Dan Yang Mahatinggi berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah." Dan Yang Mahatinggi berfirman: Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perumpamaan orang yang berzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maukah kalian aku beritahukan amalan kalian yang terbaik, yang paling suci di sisi Raja kalian, yang paling tinggi dalam derajat kalian, yang lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian daripada bertemu musuh kalian lalu kalian menebas leher mereka dan mereka menebas leher kalian?" Mereka berkata: "Tentu." Beliau bersabda: "Zikir kepada Allah Yang Mahatinggi." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah Yang Mahatinggi berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam Diri-Ku; dan jika ia mengingat-Ku di tengah suatu kumpulan, Aku mengingatnya di tengah kumpulan yang lebih baik daripada mereka. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta; dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa; dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa duduk di suatu tempat duduk yang di dalamnya ia tidak berzikir kepada Allah, maka akan menimpanya kerugian dari Allah; dan barangsiapa berbaring di suatu tempat berbaring yang di dalamnya ia tidak berzikir kepada Allah, maka akan menimpanya kerugian." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah suatu kaum duduk di suatu majelis yang di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi mereka, melainkan akan menimpa mereka kerugian; jika Dia menghendaki, Dia mengazab mereka, dan jika Dia menghendaki, Dia mengampuni mereka." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah suatu kaum bangkit dari suatu majelis yang di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah, melainkan mereka bangkit dari sesuatu yang seperti bangkai keledai, dan hal itu akan menjadi penyesalan bagi mereka." Keutamaan zikir menurut Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah Bahwa zikir mengusir setan, menundukkannya, dan menghancurkannya. Bahwa zikir membuat Yang Maha Pengasih, Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia, ridha. Bahwa zikir menghilangkan kegelisahan dan kesedihan dari hati. Bahwa zikir mendatangkan kegembiraan, kebahagiaan, dan kelapangan bagi hati. Bahwa zikir mendatangkan rezeki. Bahwa zikir mengenakan pada orang yang berzikir kewibawaan, kemanisan, dan keceriaan. Bahwa zikir mewariskan kepadanya kecintaan, yang merupakan ruh Islam, poros putaran agama, dan sumber kebahagiaan dan keselamatan. Allah telah menjadikan bagi segala sesuatu suatu sebab, dan Dia menjadikan sebab kecintaan adalah zikir yang terus-menerus. Maka siapa yang ingin meraih cinta Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia, hendaklah ia membasahi lisannya dengan menyebut-Nya, karena zikir itu adalah pelajaran dan pengulangan, sebagaimana ia adalah pintu ilmu; maka zikir adalah pintu kecintaan, jalan rayanya yang terbesar, dan jalannya yang paling lurus. Bahwa zikir mewariskan kepadanya muraqabah (merasa diawasi Allah) hingga memasukkannya ke pintu ihsan, sehingga ia menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya. Tidak ada jalan bagi orang yang lalai dari zikir menuju kedudukan ihsan, sebagaimana tidak ada jalan bagi orang yang duduk diam untuk sampai ke Baitullah. Bahwa zikir mewariskan kepadanya inabah, yaitu kembali kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia. Maka setiap kali ia memperbanyak kembali kepada-Nya dengan menyebut-Nya, hal itu mewariskan kepadanya kembalinya hati kepada-Nya dalam segala keadaan, sehingga Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia tetap menjadi tempat ia berlindung dari ketakutan, tempat bersandarnya, tempat bernaungnya, tempat perlindungannya, kiblat hatinya, dan tempat ia lari ketika datang musibah dan cobaan. Bahwa zikir mewariskan rasa segan kepada Tuhannya Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia dan pengagungan kepada-Nya, karena kuatnya penguasaan zikir atas hatinya dan kehadirannya bersama Allah Yang Mahatinggi, berbeda dengan orang yang lalai, karena tabir rasa segan di hatinya sangat tipis. Bahwa zikir mewariskan kepadanya zikir Allah Yang Mahatinggi kepadanya, sebagaimana firman-Nya: ("Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu"). Seandainya dalam zikir tidak ada keutamaan selain ini saja, sungguh itu sudah cukup sebagai keutamaan dan kemuliaan. Dan beliau bersabda dalam hadits yang beliau riwayatkan dari Tuhannya Yang Maha Suci lagi Mahatinggi: ("Barangsiapa mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam Diri-Ku; dan barangsiapa mengingat-Ku di tengah suatu kumpulan, Aku mengingatnya di tengah kumpulan yang lebih baik daripada mereka"). Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Bahwa zikir menghapus dan melenyapkan dosa-dosa, karena zikir termasuk kebaikan yang paling agung, dan kebaikan-kebaikan itu menghapus keburukan-keburukan. Bahwa zikir menghilangkan keterasingan antara hamba dan Tuhannya Yang Maha Suci lagi Mahatinggi, karena antara orang yang lalai dan Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia ada keterasingan yang tidak hilang kecuali dengan zikir. Bahwa apabila seorang hamba mengenal Allah Yang Mahatinggi dengan menyebut-Nya di waktu lapang, Dia akan mengenalnya di waktu sempit. Telah datang sebuah riwayat yang maknanya bahwa hamba yang taat dan berzikir kepada Allah Yang Mahatinggi, apabila ditimpa kesulitan atau meminta suatu hajat kepada Allah Yang Mahatinggi, para malaikat berkata: "Wahai Tuhan, suara yang dikenal dari hamba yang dikenal." Sedangkan orang yang lalai lagi berpaling dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia, apabila ia berdoa dan meminta kepada-Nya, para malaikat berkata: "Wahai Tuhan, suara yang asing dari hamba yang asing." – Dan hadits Ibnu Abbas: "Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu sempit." – Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Bahwa zikir menyelamatkan dari azab Allah Yang Mahatinggi, sebagaimana dikatakan oleh Mu'adz radhiyallahu 'anhu, dan diriwayatkan secara marfu': ("Tidaklah anak Adam melakukan suatu amal yang lebih menyelamatkan dari azab Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia daripada zikir kepada Allah Yang Mahatinggi"). Diriwayatkan oleh Ahmad, Malik, Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi. Bahwa zikir menjadi sebab turunnya ketenangan, terliputinya rahmat, dan dikelilingi malaikat terhadap orang yang berzikir, sebagaimana diberitakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. – Hadits: ("Tidaklah suatu kaum duduk berzikir kepada Allah, melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya"). Diriwayatkan oleh Muslim. Bahwa zikir menjadi sebab tersibukkannya lisan dari ghibah, adu domba, dusta, ucapan keji, dan kebatilan. Sebab seorang hamba pasti berbicara; jika ia tidak berbicara dengan zikir kepada Allah Yang Mahatinggi dan menyebut perintah-perintah-Nya, ia akan berbicara dengan hal-hal yang diharamkan ini atau sebagiannya, dan sama sekali tidak ada jalan selamat darinya kecuali dengan zikir kepada Allah Yang Mahatinggi, dan pengamatan serta pengalaman menjadi saksi atas hal itu. Barangsiapa membiasakan lisannya berzikir kepada Allah, ia menjaga lisannya dari kebatilan dan ucapan sia-sia, dan barangsiapa lisannya kering dari zikir kepada Allah Yang Mahatinggi, lisannya basah oleh segala kebatilan, ucapan sia-sia, dan ucapan keji, dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Bahwa zikir memberi rasa aman kepada hamba dari penyesalan pada hari Kiamat, karena setiap majelis yang di dalamnya hamba tidak berzikir kepada Tuhannya Yang Mahatinggi akan menjadi penyesalan dan kerugian baginya pada hari Kiamat. Bahwa zikir adalah ibadah yang paling mudah sekaligus termasuk yang paling agung dan paling utama, karena gerakan lisan adalah gerakan anggota badan yang paling ringan dan paling mudah. Seandainya salah satu anggota tubuh manusia bergerak dalam sehari semalam sebanyak gerakan lisannya, niscaya hal itu sangat memberatkannya, bahkan ia tidak mampu melakukannya. Dan dalam hadits: ("Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Yang Maha Pengasih: Subhanallah wa bihamdih, Subhanallahil 'Azhim" — Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung). Bahwa zikir adalah penanaman pohon di surga. Dalam at-Tirmidzi, dari hadits Abu az-Zubair dari Jabir dari Nabi, beliau bersabda: ("Barangsiapa mengucapkan: Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya, ditanamkan baginya sebatang pohon kurma di surga"). At-Tirmidzi berkata: hadits hasan sahih, dan al-Albani menyahihkannya dalam Shahih al-Jami' – 6429. Bahwa pemberian dan keutamaan yang dikaitkan dengan zikir tidak dikaitkan dengan amal-amal yang lain. Dalam dua kitab Sahih, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah bersabda: ("Barangsiapa mengucapkan: Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, seratus kali dalam sehari, maka baginya pahala setara dengan memerdekakan sepuluh budak, ditulis baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, dan itu menjadi perlindungan baginya dari setan pada hari itu hingga sore; dan tidak ada seorang pun yang datang membawa sesuatu yang lebih baik daripada yang ia bawa, kecuali seseorang yang beramal lebih banyak darinya. Dan barangsiapa mengucapkan: Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya, seratus kali dalam sehari, dihapus dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan"). Dan dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah bersabda: ("Sungguh, aku mengucapkan: Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar, lebih aku cintai daripada seluruh yang disinari matahari"). Bahwa zikir yang terus-menerus kepada Tuhan Yang Maha Suci lagi Mahatinggi memberi rasa aman dari melupakan-Nya, yang merupakan sebab kesengsaraan hamba dalam kehidupan dan tempat kembalinya, karena melupakan Tuhan Yang Mahasuci lagi Mahatinggi mengakibatkan melupakan diri sendiri dan kemaslahatannya. Allah Yang Mahatinggi berfirman: Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik. Dan apabila hamba melupakan dirinya, ia berpaling dari kemaslahatan dirinya, melupakannya, dan sibuk darinya, sehingga pasti binasa dan rusak. Maka siapa yang melupakan Allah Yang Mahatinggi, Dia membuatnya lupa kepada dirinya di dunia dan melupakannya dalam azab pada hari Kiamat. Allah Yang Mahatinggi berfirman: Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?" Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan." yaitu engkau dilupakan dalam azab sebagaimana engkau melupakan ayat-ayat-Ku, tidak mengingatnya dan tidak mengamalkannya. Bahwa zikir adalah cahaya bagi orang yang berzikir di dunia, cahaya baginya di kuburnya, dan cahaya baginya di akhirat, yang berjalan di hadapannya di atas Shirath. Hati dan kubur tidak diterangi oleh sesuatu seperti zikir kepada Allah Yang Mahatinggi. Allah Yang Mahatinggi berfirman: ("Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang dengannya ia berjalan di tengah-tengah manusia, sama dengan orang yang berada dalam gelap gulita yang tidak dapat keluar darinya?"). Yang pertama adalah orang mukmin yang diterangi oleh iman kepada Allah, cinta kepada-Nya, mengenal-Nya, dan mengingat-Nya; sedangkan yang lain adalah orang yang lalai dari Allah Yang Mahatinggi, berpaling dari mengingat-Nya dan mencintai-Nya. Seluruh urusan dan seluruh keberuntungan ada pada cahaya, dan seluruh kesengsaraan ada pada hilangnya cahaya itu. Bahwa zikir menyatukan yang tercerai-berai, menceraikan yang berkumpul, mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Bahwa di dalam hati ada kekerasan yang tidak ada yang melelehkannya kecuali zikir kepada Allah Yang Mahatinggi, maka hendaklah hamba mengobati kerasnya hatinya dengan zikir kepada Allah Yang Mahatinggi. Hammad bin Zaid menyebutkan dari al-Mu'alla bin Ziyad bahwa seorang laki-laki berkata kepada al-Hasan: "Wahai Abu Sa'id, aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku." Ia berkata: "Lelehkanlah dengan zikir." Hal ini karena semakin kuat kelalaian pada hati, semakin kuat pula kerasnya; maka apabila Allah Yang Mahatinggi disebut, kekerasan itu meleleh sebagaimana timah meleleh dalam api. Maka ketika kerasnya hati telah dilelehkan dengan semisal zikir kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia. Bahwa zikir mengharuskan shalawat dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia dan para malaikat-Nya kepada orang yang berzikir, dan siapa yang dishalawati oleh Allah Yang Mahatinggi dan para malaikat-Nya, sungguh ia telah beruntung dengan sepenuh keberuntungan dan menang dengan sepenuh kemenangan. Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi berfirman: Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. Bahwa majelis-majelis zikir adalah majelis para malaikat. Mereka tidak memiliki majelis di antara majelis-majelis dunia selain majelis yang di dalamnya Allah Yang Mahatinggi disebut, sebagaimana keduanya (al-Bukhari dan Muslim) meriwayatkan dalam dua kitab Sahih dari hadits al-A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: ("Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat selain para pencatat amal manusia, yang berkeliling di jalan-jalan mencari ahli zikir. Apabila mereka menemukan suatu kaum yang berzikir kepada Allah Yang Mahatinggi, mereka saling memanggil: 'Kemarilah kepada yang kalian perlukan.' Beliau bersabda: Lalu mereka mengelilingi mereka dengan sayap-sayap mereka hingga ke langit dunia. Lalu Tuhan mereka Yang Mahatinggi bertanya kepada mereka, padahal Dia lebih mengetahui tentang mereka: 'Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?' Beliau bersabda: Mereka menjawab: 'Mereka bertasbih kepada-Mu, mengagungkan-Mu, dan memuji-Mu.' Beliau bersabda: Dia bertanya: 'Apakah mereka melihat-Ku?' Beliau bersabda: Mereka menjawab: 'Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.' Beliau bersabda: Dia bertanya: 'Bagaimana seandainya mereka melihat-Ku?' Beliau bersabda: Mereka menjawab: 'Seandainya mereka melihat-Mu, tentu mereka lebih giat beribadah kepada-Mu, lebih giat memuji dan memuliakan-Mu, dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu.' Beliau bersabda: Dia bertanya: 'Apa yang mereka minta kepada-Ku?' Beliau bersabda: Mereka menjawab: 'Mereka meminta surga kepada-Mu.' Beliau bersabda: Dia bertanya: 'Apakah mereka melihatnya?' Beliau bersabda: Mereka menjawab: 'Tidak, demi Allah, wahai Tuhan, mereka tidak melihatnya.' Beliau bersabda: Dia bertanya: 'Bagaimana seandainya mereka melihatnya?' Beliau bersabda: Mereka menjawab: 'Seandainya mereka melihatnya, tentu mereka lebih bersemangat terhadapnya, lebih giat mencarinya, dan lebih besar keinginannya kepadanya.' Dia bertanya: 'Dari apa mereka memohon perlindungan?' Beliau bersabda: Mereka menjawab: 'Dari neraka.' Beliau bersabda: Dia bertanya: 'Apakah mereka melihatnya?' Beliau bersabda: Mereka menjawab: 'Tidak, demi Allah, wahai Tuhan, mereka tidak melihatnya.' Beliau bersabda: Dia bertanya: 'Bagaimana seandainya mereka melihatnya?' Beliau bersabda: Mereka menjawab: 'Seandainya mereka melihatnya, tentu mereka lebih keras lari darinya dan lebih takut kepadanya.' Beliau bersabda: Dia berfirman: 'Aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka.' Salah satu malaikat berkata: 'Di antara mereka ada si fulan yang bukan bagian dari mereka, ia datang hanya karena suatu keperluan.' Beliau bersabda: 'Mereka adalah teman-teman duduk yang teman duduknya tidak akan celaka.'") Inilah sebagian dari keberkahan mereka bagi diri mereka dan bagi teman duduk mereka; mereka mendapat bagian dari firman-Nya ("dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana pun aku berada"). Maka demikianlah orang mukmin, diberkahi di mana pun ia singgah, dan orang jahat, dibawa sial di mana pun ia singgah. Majelis zikir adalah majelis para malaikat dan majelis kelalaian adalah majelis para setan, dan segala sesuatu dikaitkan dengan yang serupa dan sejenisnya, dan setiap orang menuju kepada apa yang sesuai dengannya. Bahwa Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia membanggakan orang-orang yang berzikir kepada para malaikat-Nya, sebagaimana Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Sa'id al-Khudri, ia berkata: Mu'awiyah keluar menemui sebuah halaqah di masjid lalu bertanya: "Apa yang membuat kalian duduk?" Mereka menjawab: "Kami duduk untuk berzikir kepada Allah Yang Mahatinggi." Ia berkata: "Demi Allah, tidak ada yang membuat kalian duduk selain itu?" Mereka menjawab: "Demi Allah, tidak ada yang membuat kami duduk selain itu." Ia berkata: "Aku meminta kalian bersumpah bukan karena menuduh kalian, dan tidak ada seorang pun yang kedudukannya setara denganku di sisi Rasulullah yang lebih sedikit meriwayatkan hadits darinya daripada aku. Rasulullah keluar menemui sebuah halaqah para sahabatnya lalu bersabda: ('Apa yang membuat kalian duduk?' Mereka menjawab: 'Kami duduk untuk berzikir kepada Allah Yang Mahatinggi dan memuji-Nya atas petunjuk-Nya kepada kami untuk memeluk Islam dan atas karunia-Nya kepada kami melalui engkau.' Beliau bersabda: 'Demi Allah, tidak ada yang membuat kalian duduk selain itu?' Mereka menjawab: 'Demi Allah, tidak ada yang membuat kami duduk selain itu.' Beliau bersabda: 'Aku meminta kalian bersumpah bukan karena menuduh kalian, tetapi Jibril datang kepadaku lalu memberitahuku bahwa Allah Yang Maha Suci lagi Mahatinggi membanggakan kalian kepada para malaikat')." Kebanggaan dari Tuhan Yang Maha Suci lagi Mahatinggi ini adalah bukti kemuliaan zikir di sisi-Nya, kecintaan-Nya kepadanya, dan bahwa zikir memiliki keistimewaan atas amal-amal yang lain. Bahwa seluruh amal hanya disyariatkan untuk menegakkan zikir kepada Allah Yang Mahatinggi, dan tujuannya adalah memperoleh zikir kepada Allah Yang Mahatinggi. Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi berfirman: ("Dan laksanakanlah shalat untuk mengingat-Ku"). Bahwa zikir kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia memudahkan yang sulit, melapangkan yang sukar, dan meringankan kesusahan. Tidaklah Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia disebut atas sesuatu yang sulit melainkan menjadi mudah, tidak atas sesuatu yang sukar melainkan menjadi lapang, tidak atas kesusahan melainkan menjadi ringan, tidak atas kesulitan melainkan sirna, dan tidak atas kesedihan melainkan terbuka jalan keluar; maka zikir kepada Allah Yang Mahatinggi adalah kelapangan setelah kesulitan, kemudahan setelah kesukaran, dan jalan keluar setelah duka dan kegelisahan. Hal ini dijelaskan oleh: Bahwa banyak berzikir kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia adalah keamanan dari kemunafikan, karena orang-orang munafik sedikit berzikir kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia. Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia berfirman tentang orang-orang munafik: ("dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali"), dan Ka'b berkata: "Barangsiapa banyak berzikir kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia, ia bebas dari kemunafikan." Dan karena inilah, wallahu a'lam, Allah Yang Mahatinggi menutup surah al-Munafiqun dengan firman-Nya, Yang Mahatinggi: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. karena di dalamnya terdapat peringatan dari fitnah orang-orang munafik yang lalai dari zikir kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia sehingga terjerumus ke dalam kemunafikan.

Terjemahan mesin

إنَّ من أفضل الأعمال الصالحة اليسيرة التي تقرب المسلم إلى ربه جل وعلا الذكرُ. آيات وأحاديث في فضل الذكر والدعاء والحث عليها ورد في فضل الذكر والدعاء والحث عليها آيات كثيرة، وأحاديث صحيحة عن رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، نذكر ما تيسر منها. قال تعالى : "وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ". وقال تعالى : "وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا". وقال تعالى : "فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ". وقال تعالى : "يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً". وقال تعالى : "وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً". وقال تعالى : "وَاذْكُر رَّبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ". وقال تعالى : "الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ". وقال تعالى : "فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا". وقال تعالى : "يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ". وقال تعالى : "وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنْ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنْ الْغَافِلِينَ". و قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مثل الذي يذكر ربه و الذي لا يذكر ربه مثل الحي و الميت". و قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "ألا أنبئكم بخير أعمالكم و أزكاها عند مليككم و أرفعها في درجاتكم و خير لكم من أنفاق الذهب و الورق و خير لكم من أن تلقوا عدوكم فتضربوا أعناقهم و يضربوا أعناقكم؟ " قالو بلى . قال : (ذكر الله تعالى). و قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يقول الله تعالى : أنا عند ظن عبدي بي , و أنا معه إذا ذكرني , فان ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي و ان ذكرني في ملأ ذكرته في ملأ خير منهم , و ان تقرب إلي شبرا تقربت اليه ذراعا و ان تقرب إلى ذراعا تقربت اليه باعا و ان اتاني يمشي أتيته هرولة. و قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "من قعد مقعدا لم يذكر الله فيه كانت عليه من الله تره , و من أضطجع مضجعا لم يذكر فيه الله كانت عليه ترة". و قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "ما جلس قوم مجلسا لم يذكروا الله فيه , و لم يصلوا على نبيهم الا كان عليهم ترة فان شاء عذبهم و ان شاء غفر لهم". و قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "ما من قوم يقومون من مجلس لا يذكرون الله فيه الا قاموا عن مثل جيفة حمار و كان لهم حسره". فضائل الذكر للإمام ابن القيم الجوزية أنه يطرد الشيطان ويقمعه ويكسره. أنه يرضي الرحمن عز وجل. أنه يزيل الهم والغم عن القلب. أنه يجلب للقلب الفرح والسرور والبسط. أنه يجلب الرزق. أنه يكسو الذاكر المهابة والحلاوة والنضرة. أنه يورثه المحبة التي هي روح الإسلام وقطب رحى الدين ومدار السعادة والنجاة وقد جعل الله لكل شئ سببا وجعل سبب المحبة دوام الذكر فمن اراد ان ينال محبة الله عز وجل فليلهج بذكره فانه الدرس والمذاكرة كما انه باب العلم فالذكر باب المحبة وشارعها الأعظم وصراطها الأقوام. أنه يورثه المراقبة حتى يدخله في باب الإحسان فيعبد الله كأنه يراه ولا سبيل للغافل عن الذكر إلى مقام الإحسان كما لا سبيل للقاعد إلى الوصول إلى البيت. أنه يورثه الإنابة وهي الرجوع إلى الله عز وجل فمتى اكثر الرجوع إليه بذكره أورثه ذلك رجوعه بقلبه إليه في كل أحواله فيبقى الله عز وجل مفزعه وملجأه وملاذه ومعاذه وقبلة قلبه ومهربه عند النوازل والبلايا. أنه يورث الهيبة لربه عز وجل وإجلاله لشدة استيلائه على قلبه وحضوره مع الله تعالى بخلاف الغافل فان حجاب الهيبة رقيق في قلبه. أنه يورثه ذكر الله تعالى له كما قال تعالى: ( فاذكروني أذكركم) ولو لم يكن في الذكر إلا هذه وحدها لكفى بها فضلا وشرفا وقال فيما يروي عن ربه تبارك وتعالى . ( من ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي ومن ذكرني في ملا ذكرته في ملا خير منهم) . رواه البخاري ومسلم. أنه يحط الخطايا ويذهبها فانه من اعظم الحسنات والحسنات يذهبن السيئات. أنه يزيل الوحشة بين العبد وبين ربه تبارك وتعالى فان الغافل بينه وبين الله عز وجل وحشه لا تزول إلا بالذكر. أن العبد إذا تعرف إلى الله تعالى بذكره في الرخاء عرفه في الشدة وقد جاء اثر معناه أن العبد المطيع الذاكر لله تعالى إذا أصابته شدة أو سأل الله تعالى حاجة قالت الملائكة يا رب صوت معروف من عبد معروف والغافل المعرض عن الله عز وجل إذا دعاه وسأله قالت الملائكة يارب صوت منكر من عبد منكر – وحديث ابن عباس تعرف إلى الله في الرخاء يعرفك في الشدة – رواه الإمام أحمد أنه ينجي من عذاب الله تعالى كما قال معاذ رضي الله عنه ويروى مرفوعا (ما عمل ادمي عملا أنجي من عذاب الله عز وجل من ذكر الله تعالى ). رواه أحمد ومالك وابن ماجة والترمذي. أنه سبب تنزيل السكينة وغشيان الرحمة وحفوف الملائكة بالذاكر كما اخبر به النبي صلى الله عليه وسلم . – الحديث : ( لا يقعد قوم يذكرون الله إلا حفتهم الملائكة وغشيتهم الرحمة ونزلت عليهم السكينة وذكرهم الله فيمن عنده ) رواه مسلم. أنه سبب اشتغال اللسان عن الغيبة والنميمة والكذب والفحش والباطل فان العبد لا بد له من ان يتكلم فإن لم يتكلم بذكر الله تعالى وذكر أوامره تكلم بهذه المحرمات أو بعضها ولا سبيل إلى السلامة منها البتة إلا بذكر الله تعالى والمشاهدة والتجربة شاهدان بذلك فمن عود لسانه ذكر الله صان لسانه عن الباطل واللغو ومن يبس لسانه عن ذكر الله تعالى ترطب بكل باطل ولغو وفحش ولا حول ولا قوة إلا بالله. أنه يؤمن العبد من الحسرة يوم القيامة فان كل مجلس لا يذكر العبد فيه ربه تعالى كان عليه حسرة وترة يوم القيامة. أنه أيسر العبادات وهو من اجلها وأفضلها فان حركة اللسان اخف حركات الجوارح وأيسرها ولو تحرك عضو من الإنسان في اليوم والليلة بقدر حركة لسانه لشق عليه غاية المشقة بل لا يمكنه ذلك . وفي الحديث : ( كلمتان خفيفتان على اللسان ثقيلتان في الميزان حبيبتان إلى الرحمن : سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم ). أنه غراس الجنة. في الترمذي من حديث أبى الزبير عن جابر عن النبي قال : ( من قال سبحان الله وبحمده غرست له نخله في الجنة ) قال الترمذي حديث حسن صحيح ، وصححه الألباني في صحيح الجامع - 6429. أن العطاء والفضل الذي رتب عليه لم يرتب على غيره من الأعمال ففي الصحيحين عن أبى هريرة رضي الله عنه أن رسول الله قال : ( من قال لا اله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شئ قدير في يوم مائة مرة كانت له عدل عشر رقاب وكتبت له مائة حسنة ومحيت عنه مائة سيئة وكانت له حرزا من الشيطان يومه ذلك حتى يمسي و لم يات احد بافضل مما جاء به الا رجل عمل اكثر منه ومن قال سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة حطت خطاياه وان كانت مثل زبد البحر ) وفي صحيح مسلم عن أبي هريرة قال قال رسول الله لان أقول سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر احب الي مما طلعت عليه الشمس ). أن دوام ذكر الرب تبارك وتعالى يوجب الأمان من نسيانه الذي هو سبب شقاء العبد في معاشه ومعاده فان نسان الرب سبحانه وتعالى يوجب نسيان نفسه ومصالحها قال تعالى : ( ولا تكونوا كالذين نسوا الله فانساهم انفسهم اولئك هم الفاسقون ) وإذا نسي العبد نفسه اعرض عن مصالحها ونسيها واشتغل عنها فهلكت وفسدت ولا بد. فمن نسي الله تعالى أنساه نفسه في الدنيا ونسيه في العذاب يوم القيامة قال تعالى ( ومن اعرض عن ذكري فان له معيشة ضنكا ونحشره يوم القيامة أعمى قال رب لم حشرتني اعمى وقد كنت بصيرا قال كذلك اتتك اياتنا فنسيتها وكذلك اليوم تنسى ) أي تنسى في العذاب كما نسيت اياتي فلم تذكرها ولم تعمل بها. أن الذكر نور للذاكر في الدنيا ونور له في قبره ونور له في معاده يسعى بين يديه على الصراط فما استنارت القلوب والقبور بمثل ذكر الله تعالى قال الله تعالى : ( أومن كان ميتا فأحييناه وجعلنا له نورا يمشي به في الناس كمن مثله في الظلمات ليس بخارج منها) فالأول هو المؤمن استنار بالإيمان بالله ومحبته ومعرفته وذكره والآخر هو الغافل عن الله تعالى المعرض عن ذكره ومحبته والشان كل الشان والفلاح كل الفلاح في النور والشقاء كل الشقاء في فواته. أن الذكر يجمع المتفرق و يفرق المجتمع ويقرب البعيد ويبعد القريب أن في القلب قسوة لا يذيبها إلا ذكر الله تعالى فينبغي للعبد أن يداوي قسوة قلبه بذكر الله تعالى وذكر حماد بن زيد عن المعلى ابن زياد ان رجلا قال للحسن يا أبا سعيد أشكو إليك قسوة قلب قال أذبه بالذكر وهذا لان القلب كلما اشتدت به الغفلة اشتدت به القسوة فاذا ذكر الله تعالى ذابت تلك القسوة كما يذوب الرصاص في النار فلما اذيبت قسوة القلوب بمثل ذكر الله عز وجل. أن الذكر يوجب صلاة الله عز وجل وملائكته على الذاكر ومن صلى الله تعالى عليه وملائكته فقد افلح كل الفلاح وفاز كل الفوز قال سبحانه وتعالى : ( يا أيها الذين امنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا و سبحوه بكرة وأصيلا هو الذي يصلى عليكم وملائكته ليخرجكم من الظلمات إلى النور وكان بالمؤمنين رحيما ). أن مجالس الذكر مجالس الملائكة فليس من مجالس الدنيا لهم مجلس الا مجلس يذكر الله تعالى فيه كما أخرجا في الصحيحين من حديث الاعمش عن ابي صالح عن أبى هريرة قال رسول الله إن لله ملائكة فضلا عن كتاب الناس يطوفون في الطرق يلتمسون اهل الذكر فاذا وجدوا قوما يذكرون الله تعالى تنادوا هلموا الى حاجتكم قال فيحفونهم باجنحتهم الى السماء الدنيا فيسالهم ربهم تعالى وهو اعلم بهم ما يقول عبادي قال يقولون يسبحونك ويكبرونك ويحمدونك قال فيقول هل رأوني قال فيقولون لا والله ما رأوك قال فيقول كيف لو رأوني قال فيقولون لو رأوك كانوا اشد لك عبادة واشد لك تحميدا وتمجيدا واكثر لك تسبيحا قال فيقول ما يسالوني قال يسالونك الجنة قال يقول وهل راوها قال يقولن لا والله يارب ماراوها قال فيقول فكيف لو انهم راوها قال يقولون لو انهم راوها كانوا اشد عليها حرصا واشد لها طلبا واعظم فيها رغبة فيقول فمم يتعوذون قال يقولون من النار قال يقول وهل راوها قال يقولون لا والله يارب ماراوها قال يقول فكيف لو راوها قال يقولون لو راوها كانوا اشد منها فرارا واشد لها مخافة قال يقول فأشهدكم اني قد غفرت لهم فيقول ملك من الملائكة فيهم فلان ليس منهم و انما جاء لحاجة قال هم الجلساء لا يشقى بهم جليسهم ) فهذا من بركتهم على نفوسهم وعلى جليسهم فلهم نصيب من قوله وجعلني مباركا اينما كنت فهكذا المؤمن مبارك اين حل والفاجر مشئوم اين حل فمجالس الذكر مجالس الملائكة ومجالس الغفلة مجالس الشياطين وكل مضاف الى شكله واشباهه امرئ يصير الى ما يناسبه. أن الله عز وجل يباهي بالذاكرين ملائكته كما روى مسلم في صحيحه عن أبى سعيد الخدري قال خرج معاوية على حلقة في المسجد فقال ما أجلسكم قالوا جلسنا نذكر الله تعالى قال الله ما أجلسكم إلا ذاك قالوا والله ما أجلسنا إلا ذاك قال أما أنى لم استحلفكم تهمة لكم وما كان احد بمنزلتي من رسول الله اقل عنه حديثا مني وان رسول الله خرج على حلقة من أصحابه فقال : ( ما أجلسكم قالوا جلسنا نذكر الله تعالى ونحمده على ما هدانا للإسلام ومن علينا بك قال الله ما أجلسكم ألا ذاك قالوا والله ما أجلسنا إلا ذاك قال أما أنى لم استحلفكم تهمة لكم ولكنه اتاني جبريل فاخبرني إن الله تبارك وتعالى يباهي بكم الملائكة ) فهذه المباهاة من الرب تبارك وتعالى دليل على شرف الذكر عنده ومحبته له وان له مزية على غيره من الأعمال. أن جميع الأعمال إنما شرعت إقامة لذكر الله تعالى والمقصود بها تحصيل ذكر الله تعالى قال سبحانه وتعالى : ( أقم الصلاة لذكري ). أن ذكر الله عز وجل يسهل الصعب وييسر العسير ويخفف المشاق فما ذكر الله عز وجل على صعب إلا هان ولا على عسير إلا تيسر ولا مشقة إلا خفت ولا شدة الا زالت ولا كربه الا انفرجت فذكر الله تعالى هو الفرج بعد الشدة واليسر بعد العسر والفرج بعد الغم والهم يوضحه. أن كثرة ذكر الله عز وجل أمان من النفاق فان المنافقين قليلو الذكر لله عز وجل قال الله عز وجل في المنافقين ولا يذكرون الله الا قليلا وقال كعب من اكثر ذكر الله عز وجل برئ من النفاق ولهذا والله اعلم ختم الله تعالى سورة المنافقين بقوله تعالى : ( يا أيها الذين امنوا لا تلهكم أموالكم ولا أولادكم عن ذكر الله ومن يفعل ذلك فاولئك هم الخاسرون ) فان في ذلك تحذيرا من فتنة المنافقين الذين غفلوا عن ذكر الله عز وجل فوقعوا في النفاق.

Buka halaman artikel

Keutamaan doa

Bahasa Indonesia

Makna doa Doa adalah seorang yang berdoa memohon apa yang bermanfaat baginya dan apa yang menghilangkan mudaratnya; hakikatnya adalah menampakkan kebutuhan kepada Allah dan berlepas diri dari daya dan kekuatan. Ia adalah ciri penghambaan dan kesadaran akan kerendahan manusia, dan di dalamnya terkandung makna pujian kepada Allah 'Azza wa Jalla serta penisbatan kemurahan dan kedermawanan kepada-Nya. Doa adalah ketaatan kepada Allah dan pelaksanaan perintah-Nya Allah Ta'ala berfirman: Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." [Surah Ghafir: ayat 60] Doa adalah ibadah Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Doa itu adalah ibadah." [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani] Doa adalah sesuatu yang paling mulia di sisi Allah Ta'ala Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Ta'ala daripada doa." [Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bukhari, Ibnu Majah, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim yang menyatakannya sahih, dan Adz-Dzahabi menyetujuinya] Doa adalah sebab terhindar dari murka Allah Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa tidak meminta kepada Allah, Dia murka kepadanya." [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah; Al-Hakim menyatakannya sahih dan Adz-Dzahabi menyetujuinya, dan Al-Albani menilainya hasan] Doa adalah keselamatan dari kelemahan, dan bukti kecerdasan Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Manusia yang paling lemah adalah orang yang lemah dalam berdoa, dan manusia yang paling kikir adalah orang yang kikir dalam mengucapkan salam." [Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani] Doa adalah sebab terangkatnya bencana Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa di antara kalian dibukakan baginya pintu doa, dibukakan baginya pintu-pintu rahmat. Tidak ada sesuatu yang diminta kepada Allah, yakni yang lebih dicintai-Nya, daripada diminta keselamatan (afiyah)." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya doa bermanfaat untuk apa yang telah turun dan apa yang belum turun. Maka hendaklah kalian berdoa, wahai hamba-hamba Allah." [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dinilai hasan oleh Al-Albani] Orang yang berdoa berada dalam penyertaan Allah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku." [Diriwayatkan oleh Muslim] Keutamaan berdoa saat sujud Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya 'Azza wa Jalla adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." [Diriwayatkan oleh Muslim] Keutamaan berdoa di malam hari Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya pada malam hari ada satu saat yang tidaklah seorang Muslim kebetulan mendapatkannya lalu memohon kepada Allah Ta'ala sesuatu dari urusan dunia dan akhirat, melainkan Dia memberikannya kepadanya, dan itu terjadi setiap malam." [Diriwayatkan oleh Muslim] Keutamaan mendoakan kaum Muslimin tanpa sepengetahuan mereka Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba Muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat berkata: Dan untukmu yang semisal itu." [Diriwayatkan oleh Muslim]

Terjemahan mesin

معنى الدعاء الدعاء هو أن يطلبَ الداعي ما ينفعُه وما يكشف ضُرَّه؛ وحقيقته إظهار الافتقار إلى الله، والتبرؤ من الحول والقوة، وهو سمةُ العبوديةِ، واستشعارُ الذلةِ البشرية، وفيه معنى الثناءِ على الله عز وجل، وإضافةِ الجود والكرم إليه. الدعاءُ طاعةٌ لله، وامتثال لأمره قال تعالى: "وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ". [سورة غافر: الآية 60] الدعاء عبادة قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : "الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ". [رواه الترمذي وابن ماجه، وصححه الألباني] الدعاء أكرم شيء على الله تعالى قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : "لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ الدُّعَاءِ". [رواه أحمد والبخاري، وابن ماجة، والترمذي والحاكم وصححه، ووافقه الذهبي] الدعاء سبب لدفع غضب الله قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ لَمْ يَسْأَلْ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ". [رواه الترمذيُّ، وابن ماجةَ، وصححه الحاكم، ووافقه الذهبي، وحسنه الألباني] الدعاء سلامة من العجز، ودليل على الكَياسة قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنْ الدُّعَاءِ وَأَبْخَلُ النَّاسِ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلَامِ". [رواه ابن حبان وصححه الألباني] الدعاء سبب لرفع البلاء قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ فُتِحَ لَهُ مِنْكُمْ بَابُ الدُّعَاءِ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ وَمَا سُئِلَ اللَّهُ شَيْئًا يَعْنِي أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يُسْأَلَ الْعَافِيَةَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ". [رواه الترمذي وحسنه الألباني ] الداعي في معيةُ الله قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يقول الله عز وجل: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِي". [رواه مسلم] فضل الدعاء في السجود قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ". [رواه مسلم] فضل الدعاء بالليل قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ". [رواه مسلم] فضل الدعاء للمسلمين بظهر الغيب قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ : وَلَكَ بِمِثْلٍ". [رواه مسلم]

Buka halaman artikel